Penguasaan Bahasa Inggris Jadi Sarat Negara Maju

Sejak kecil, saya sering mendengar ucapan “Kalau mau menjadi negara maju, orang Indonesia harus pintar berbahasa Inggris.” Sampai saat ini pun saya kira pendapat tersebut masih diyakini sebagian masyarakat kita.

Tapi apa yang saya lihat di Korea (juga di Jepang 2 tahun lalu) tidak demikian. Orang – orang Korea dan Jepang yang saya temui banyak yang tidak bisa berbahasa Inggris.

Sopir bis sekolah yang setiap hari mengantarkan kami tidak bisa berbahasa Inggris. Maka repotlah kami ketika berkunjung ke Incheon National University, diturunkan di sebuah gedung, dan tidak ada panitia penyambutan di sana !!!Setelah Bunda Awal coba mengontak panitia selama 20 menit, ternyata kami diturunkan di gedung yang salah…. Lalu kami minta bantuan satpam kampus yang bisa berbahasa Inggris untuk menjelaskan kepada sang sopir.

Lebih menarik saat Bunda Tik “thawaf” di sekitaran Namdaemun, mencari oleh – oleh. Pilihan toko jatuh ke sebuah toko, lantaran pedagang nya bisa berbahasa Indonesia !!!

Dengan cerdiknya sang pedagang memanggil kami dan berkata “Ini halal..!!!” Lho koq tahu kami bingung cari oleh – oleh makanan halal ? Mungkin melihat Bunda Tik dan guru lainnya mengenakan jilbab dan berwajah melayu. Apalagi ternyata beliau bisa juga menyebutkan harga barang – barangnya dalam bahasa Indonesia. Walhasil, keluar dari toko itu, Bunda Tik membawa 1 tas jinjing berukuran besar, tapi ringan. Isinya ? Snack Seaweed untuk sekitar 200 an orang siswa Sekolah Alam Tangerang.

Jadi mungkin lebih tepatnya seperti ini : “Milikilah keterampilan berbahasa asing sesuai kebutuhan masing – masing”. Tidak harus bahasa Inggris, disesuaikan saja dengan siapa interaksi kita akan sering terjadi.”

KA Poris – Duri, 27 November 2019
Andri Fajria
SM Surau Merantau
Sekolah Alam Tangerang

Foto: The Korea Herald

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *